Net Type R12-C225HM3-30
Type R12-C225HM3-30 Type Monofilamen Warna hitam pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R12-C225HM3-30 Type Monofilamen Warna hitam pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R12-C225HM3-35 Type Monofilamen Warna hitam pada net ini Mempunyai Spesifikasi…
Type R09-80716H-70 Type Monofilamen Warna hitam pada net ini mempunyai spesifikasi…
Melindungi gangguan OPT dan paparan UV, membuat Shading Net AgroPro banyak dipilih petani.
Menjadi salah satu komoditas unggulan utama pertanian Indonesia, kelapa sawit marak dipilih banyak orang untuk menggantungkan nasib. Mulai dari petani skala kecil hingga miliuner menjatuhkan hatinya berinvestasi dalam industri kelapa sawit. Hal tersebut tidaklah mengherankan. Sebab komoditas yang banyak dibudidayakan di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan ini bisa menghasilkan berbagai jenis produk industri seperti bahan bakar biodiesel, pupuk kompos, makanan ternak, kosmetik, hingga farmasi.
Guna mendapatkan panen melimpah dan berkualitas, dimulai dari pemilihan bibit sawit unggul. Pembibitan sawit adalah kegiatan menumbuhkan dan merawat kecambah hingga menjadi bibit yang siap ditanam ke lapang. Pembibitan ini bertujuan menghasilkan bibit berkualitas tinggi yang harus tersedia saat penyiapan lahan tanam dan sesuai dengan standar dan prosedur kebun.
Tahapan pembibitan sawit terbagi menjadi dua bagian, yaitu tahap pembibitan awal (Pre Nursery) dan tahap pembibitan utama (Main Nursery). Pada kedua tahapan ini bibit sawit membutuhkan perawatan ekstra supaya terhindar dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.
Selain itu, bibit juga harus terlindung dari sinar ultra violet (UV) berlebih. Karena pada masa awal pembibitan, sawit hanya memerlukan intensitas cahaya matahari sekitar25%-50% untuk merangsang proses pertumbuhan.
Untuk mengurangi intensitas sinar UV, petani menggunakan atap rumbia pohon pinang sebagai peneduh. Seiring perkembangan teknologi, petani pun beralih menggunakan shading net (jaring peneduh) sebagai naungan pembibitan sawit. Salah satu shading net yang mereka gunakan bermerek AgroPro.
Net AgroPro adalah jaring pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih dan gangguan OPT, yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman. Net AgroPro tersedia dalam ukuran 6-78 mesh/inci, intensitas cahaya 10%-93%, intensitas UV 10%-85%, dan intensitas angin 6%-75%. Jaring yang tersedia dalam tipe flat shading net, monoscreen net, dan monoshading net ini terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) baru dan belum didaur ulang. Karena itu, Net AgroPro memiliki kekuatan serta fleksibilitas lebih tinggi daripada Polyethylene hasil daur ulang sehingga dapat bertahan hingga lebih dari 10 tahun.
Net AgroPro mengandung campuran anti-UV, anti oksidan, dan anti serangga di dalam benangnya (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakai. Ketika net lain menggunakan sistem tenun, AgroPro menggunakan sistem rajut bermesin teknologi Jerman yang tiap untai benang monofilamen/flat terikat satu sama lain. Manfaatnya, ukuran lubang/mesh tidak akan berubah sekalipun net mengalami gesekan. Dengan demikian, AgroPro senantiasa anti hama dan anti serangga.
Tanaman hortikultura adalah jenis tanaman yang paling sering dibudidayakan oleh para petani karena sudah menjadi kebutuhan pangan untuk seluruh masyarakat. Di antaranya, tanaman sayuran merupakan tanaman hortikultura yang paling populer untuk dibudidayakan. Salah satu jenis tanaman sayuran yang sering dibudidayakan adalah kubis. Kubis merupakan tanaman sayuran yang populer dengan daunnya yang memiliki kandungan gizi yang tinggi serta beragam manfaat kesehatan.
Untuk meningkatkan kualitas tanaman kubis, petani kini menggunakan greenhouse dari net AgroPro. Greenhouse net AgroPro merupakan aspek penting dalam budidaya kubis karena greenhouse net AgroPro melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit, dari sinar matahari dan UV berlebih, juga menjaga kondisi suhu dan kelembaban di dalam greenhouse. Setelah menggunakan greenhouse net AgroPro, tanaman kubis kini menjadi besar-besar, memiliki daun hijau sempurna (tanpa lubang maupun warna kecoklatan), dan mengurangi pemakaian pestisida untuk pengontrolan hama. Hasilnya adalah: kubis organik dengan harga jual lebih tinggi di pasaran, bahkan memenuhi kualifikasi supermarket.
Net AgroPro adalah net pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih dan dari gangguan hama yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman. Net AgroPro terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) yang merupakan bijih plastik Polyethylene baru yang belum didaur ulang, sehingga memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan Polyethylene hasil daur ulang. Net AgroPro mengandung campuran Anti-UV, Anti Oksidan, dan Anti Serangga di dalam benang (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakainya. Dengan pembuatan menggunakan metode rajut, ukuran lubang net (mesh) tidak akan berubah sehingga net senantiasa anti serangga, sekalipun mengalami gesekan atau pemakaian heavy duty. Net AgroPro yang dipakai untuk greenhouse sayuran disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan cuaca di daerah. Beberapa tipe net AgroPro yang sering digunakan untuk greenhouse tanaman hortikultura adalah tipe mono screen 78% hingga 82%.
Petani yang telah menggunakan net AgroPro sebagai pelindung tanaman nya ialah Bapak Yaya yang berlokasi di daerah Tasik dan ini terbukti menjadikan tanaman kubis yang ada di dalam naungan tersebut,dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Investasi greenhouse Agropro sangat ekonomis dibandingkan dengan greenhouse tipe lainnya, dan mampu meningkatkan kualitas dan hasil panen secara signifikan. Greenhouse net AgroPro cocok untuk petani tanaman sayuran, terutama petani berskala besar dalam hal peningkatan kualitas tanaman dan pengontrolan hama. Mari mencoba net AgroPro dan rasakan sendiri manfaatnya.
Cabai merupakan tanaman hortikultura yang mampu beradaptasi di berbagai macam iklim dan cuaca. Namun demikian, untuk pertumbuhan yang optimal perlu mendapatkan perlakuan yang tepat. Tingginya curah hujan sejak akhir tahun lalu menyebabkan naiknya harga cabai, khususnya harga cabai rawit merah yang melonjak hingga tiga kali lipat dan harganya mencapai diatas Rp 100.000,-/kg. Hal ini tentu menjadi perhatian masyarakat Indonesia yang sebagian besar menjadikan cabai sebagai salah satu bumbu utama pada masakan.
Menilik permasalahan di atas, salah satu perlakuan penting dalam meningkatkan produktivitas cabai di musim hujan yaitu harus ada perlindungan khusus terhadap penanaman cabai tersebut dengan naungan net pelindung.
Net AgroPro adalah solusi terbaik dalam meningkatkan produktivitas tanaman dan berpengaruh besar dalam meningkatkan hasil produksi. Mengapa? Karena AgroPro adalah net pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih, gangguan hama dan yang terpenting keunggulannya mengurangi curah hujan dan efek angin kencang yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas cabai di daerah Bandung, Sukabumi dan sekitarnya. Net AgroPro juga meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman lainnya, seperti tanaman kubis, bawang, kentang, melon dan bahkan tanaman hias.
Net AgroPro terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) yang memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan Polyethylene hasil daur ulang, sehingga Net AgroPro dapat bertahan hingga lebih dari 10 tahun. Mengandung campuran Anti-UV, Anti Oksidan dan Anti Serangga di dalam benang (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakainya. Lain halnya dengan net pada umumnya yang menggunakan sistem tenun, Net AgroPro menggunakan sistem rajut dengan mesin berteknologi Jerman dimana tiap untai benang monofilament/flat terikat satu dengan lainnya sehingga ukuran lubang/mesh tidak akan berubah sekalipun net mengalami gesekan.
Net AgroPro sangat cocok digunakan bagi Anda pelaku bisnis agrikultur, baik itu sektor perkebunan, pertanian, hortikultura, pembibitan, tanaman hias dan bunga. Net AgroPro tersedia dalam ukuran mesh 6-78/inch, intensitas cahaya 10-93%, intensitas UV 10-85% dan intensitas angin 6-75%. Tersedia tipe flat shading net, mono screen net dan mono shading net.
Produk Screen Net AgroPro kualitasnya tidak kalah dengan barang Impor. Sebagai salah satu customer yang dari awal berdirinya AgroPro merasa beruntung bisa memakai produk Gani Arta.
Produk AgroPro merupakan solusi bagi permasalahan para petani di Indonesia. Karena produk AgroPro yang langsung diaplikasikan kepada para petani tanpa disadari hasil produk pertanian bisa terus meningkat.
Silakan kirim pesan via WhatsApp atau email adm.agropro@gmail.com
Telepon 022-6864015 Jam Kerja sampai