Net Type R12-C225HM3-30
Type R12-C225HM3-30 Type Monofilamen Warna hitam pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R12-C225HM3-30 Type Monofilamen Warna hitam pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R12-C215TrM3-78 Type Monofilamen Warna transparan pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R09-80716H-70 Type Monofilamen Warna hitam pada net ini mempunyai spesifikasi…
Dua tahun terakhir, masyarakat perkotaan demam pertanian. Mereka menyebut kegiatan bercocok tanam di pekarangan – tanah di sekitar bangunan seperti rumah – itu urban farming. Ketika gerakan menanam di perkotaan kian marak, maka lahan yang semula kosong kini menjadi produktif, berdaya guna dan tampak hijau. Komoditas yang umum ditanam adalah beragam sayuran dan buah-buahan. Sayuran yang mudah dibudidayakan di pekarangan antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, mentimun, selada, bayam, kangkung, kacang panjang dan sawi. Masyarakat juga menanam buah-buahan seperti semangka, jambu biji, jeruk dan masih banyak lainnya. Pemanfaatan pekarang untuk budidaya pertanian itu berefek ganda.
Masyarakat dapat memanen beragam hasil budidaya komoditas untuk konsumsi keluarga. Faedah lain, menanam di pekarangan juga bernilai ekonomis tinggi. Hasil panen tanaman sayuran di pekarangan dapat menghasilkan pendapatan tambahan. Meski demikian bercocok tanam di pekarangan bukannya tanpa hambatan. Kendala budidaya di pekarangan antara lain perubahan iklim dan hama pengganggu tanaman.
Oleh karena itu, para pelaku urban farming perlu perlindungan khusus, misalnya menggunakan naungan jaring atau net pelindung tanaman. AgroPro net adalah pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih, curah hujan yang tinggi dan gangguan hama yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman. Varietas tanaman yang sukses dengan AgroPro adalah tanaman cabai, tomat, kubis, bawang, kentang dan melon.
Jadi pelaku urban farming tidak perlu khawatir jika perubahan iklim terjadi dan hama pengganggu tanaman menyerang. Sebab, tanaman sayuran sudah mendapat perlindungan naungan dari Net AgroPro. Net AgroPro terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) yang merupakan bijih plastik polyethylene baru yang belum didaur ulang, memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan polyethylene hasil daur ulang.
Itulah yang membuat Net AgroPro bertahan hingga lebih dari 10 tahun. Net AgroPro mengandung campuran antiultraviolet dan antioksidan di dalam benang (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakai. Jika dibandingkan dengan net lain pada umumnya yang menggunakan sistem tenun, Net AgroPro menggunakan sistem rajut dengan mesin berteknologi Jerman. Setiap untai benang monofilament/flat terikat satu dengan lainnya sehingga ukuran lubang atau mesh tidak akan berubah sekalipun net mengalami gesekan. AgroPro senantiasa antihama dan antiserangga.
Net AgroPro tersedia dalam ukuran mesh 6-78/inci, intensitas cahaya 10-93%, intensitas ultraviolet 10-85% dan intensitas angin 6-75%. Tersedia tipe shading net flat, screen net mono dan shading net mono.
Beberapa aplikasi yang dapat digunakan di pekarangan rumah di antaranya dengan menggunakan shading net, screen net, screen wall (untuk pekarangan yang sempit yang mudah dipasang dengan memaku atau menempelkan pada tembok). Jika memiliki kolam di pekarangan dapat pula menggunakan shading net dari AgroPro.
Solusi mudah dan bermanfaat untuk pekarangan rumah Anda.
Melindungi gangguan OPT dan paparan UV, membuat Shading Net AgroPro banyak dipilih petani.
Menjadi salah satu komoditas unggulan utama pertanian Indonesia, kelapa sawit marak dipilih banyak orang untuk menggantungkan nasib. Mulai dari petani skala kecil hingga miliuner menjatuhkan hatinya berinvestasi dalam industri kelapa sawit. Hal tersebut tidaklah mengherankan. Sebab komoditas yang banyak dibudidayakan di Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan ini bisa menghasilkan berbagai jenis produk industri seperti bahan bakar biodiesel, pupuk kompos, makanan ternak, kosmetik, hingga farmasi.
Guna mendapatkan panen melimpah dan berkualitas, dimulai dari pemilihan bibit sawit unggul. Pembibitan sawit adalah kegiatan menumbuhkan dan merawat kecambah hingga menjadi bibit yang siap ditanam ke lapang. Pembibitan ini bertujuan menghasilkan bibit berkualitas tinggi yang harus tersedia saat penyiapan lahan tanam dan sesuai dengan standar dan prosedur kebun.
Tahapan pembibitan sawit terbagi menjadi dua bagian, yaitu tahap pembibitan awal (Pre Nursery) dan tahap pembibitan utama (Main Nursery). Pada kedua tahapan ini bibit sawit membutuhkan perawatan ekstra supaya terhindar dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.
Selain itu, bibit juga harus terlindung dari sinar ultra violet (UV) berlebih. Karena pada masa awal pembibitan, sawit hanya memerlukan intensitas cahaya matahari sekitar25%-50% untuk merangsang proses pertumbuhan.
Untuk mengurangi intensitas sinar UV, petani menggunakan atap rumbia pohon pinang sebagai peneduh. Seiring perkembangan teknologi, petani pun beralih menggunakan shading net (jaring peneduh) sebagai naungan pembibitan sawit. Salah satu shading net yang mereka gunakan bermerek AgroPro.
Net AgroPro adalah jaring pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih dan gangguan OPT, yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman. Net AgroPro tersedia dalam ukuran 6-78 mesh/inci, intensitas cahaya 10%-93%, intensitas UV 10%-85%, dan intensitas angin 6%-75%. Jaring yang tersedia dalam tipe flat shading net, monoscreen net, dan monoshading net ini terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) baru dan belum didaur ulang. Karena itu, Net AgroPro memiliki kekuatan serta fleksibilitas lebih tinggi daripada Polyethylene hasil daur ulang sehingga dapat bertahan hingga lebih dari 10 tahun.
Net AgroPro mengandung campuran anti-UV, anti oksidan, dan anti serangga di dalam benangnya (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakai. Ketika net lain menggunakan sistem tenun, AgroPro menggunakan sistem rajut bermesin teknologi Jerman yang tiap untai benang monofilamen/flat terikat satu sama lain. Manfaatnya, ukuran lubang/mesh tidak akan berubah sekalipun net mengalami gesekan. Dengan demikian, AgroPro senantiasa anti hama dan anti serangga.
Tomat adalah komoditas hortikultura yang sangat penting karena setiap hari hampir seluruh masyarakat mengkonsumsinya. Terjun dalam bisnis budidaya tanaman tomat pasti menguntungkan asalkan tanaman tomat dikelola dengan baik dalam memaksimalkan kualitas dan kuantitas panen.
Tanaman tomat membutuhkan lingkungan tumbuh tertentu untuk menghasilkan buah tomat dengan cita rasa enak serta kualitas tinggi. Maka dari itu tanaman tomat tumbuh lebih baik jika dikembangkan di dalam sebuah greenhouse net AgroPro. Dengan menggunakan greenhouse net AgroPro, semua aspek yang mempengaruhi perkembangan tanaman tomat dapat terkontrol. Aspek yang mencakup suhu, kelembaban, serangan hama, perubahan cuaca, serta penyinaran cahaya matahari semuanya dapat terkontrol dengan baik berkat fungsi dari greenhouse net AgroPro.
Sebagai contoh, musim kemarau dan musim hujan berkepanjangan adalah aspek yang bisa mengakibatkan tomat menjadi busuk. Greenhouse net AgroPro dapat melindungi tanaman tomat dari pergantian cuaca, misalnya melindungi tanaman dari teriknya matahari pada saat musim kemarau panjang maupun dari curah hujan berlebih pada saat musim hujan. Cahaya matahari yang masuk ke dalam greenhouse diatur sehingga optimal bagi tanaman tomat. Hama tidak dapat masuk ke dalam greenhouse sehingga tanaman tomat tidak membutuhkan pestisida, menghasilkan buah tomat organik berkualitas yang memiliki harga tinggi di pasaran. Tanaman tomat yang ditumbuhkan dengan greenhouse net Agropro mampu memenuhi klasifikasi untuk diterima di supermarket. Selain itu, greenhouse net Agropro juga melindungi tanaman tomat pada fase pembibitan dengan melindungi dari curah hujan kencang maupun angin kencang yang merusak. Net AgroPro yang biasa digunakan untuk greenhouse tanaman tomat atau tanaman sejenis adalah net dengan intensitas cahaya masuk 70% hingga 82%, tergantung daerah penanamannya.
Net AgroPro adalah net pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih dan dari gangguan hama yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman. Net AgroPro terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) yang merupakan bijih plastik Polyethylene baru yang belum didaur ulang, sehingga memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan Polyethylene hasil daur ulang. Net AgroPro mengandung campuran Anti-UV, Anti Oksidan, dan Anti Serangga di dalam benang (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakainya. Dengan pembuatan menggunakan metode rajut, ukuran lubang net (mesh) tidak akan berubah sehingga net senantiasa anti serangga, sekalipun mengalami gesekan atau pemakaian heavy duty.
Salah satu pengguna net AgroPro untuk perlindungan tanaman tomatnya ialah Bapak Didin seorang petani yang berlokasi di kawasan Lembang Bandung Barat, terbukti naungan tersebut menjadikan tanaman tomat yang ada di dalamnya bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.
Membangun greenhouse menggunakan net Agropro sangatlah ekonomis dan meningkatkan hasil panen dengan signifikan. Mari meraup untung budidaya tanaman tomat dengan greenhouse net AgroPro.
Produk Screen Net AgroPro kualitasnya tidak kalah dengan barang Impor. Sebagai salah satu customer yang dari awal berdirinya AgroPro merasa beruntung bisa memakai produk Gani Arta.
Produk AgroPro merupakan solusi bagi permasalahan para petani di Indonesia. Karena produk AgroPro yang langsung diaplikasikan kepada para petani tanpa disadari hasil produk pertanian bisa terus meningkat.
Silakan kirim pesan via WhatsApp atau email adm.agropro@gmail.com
Telepon 022-6864015 Jam Kerja sampai