Net Type R12-C225TrM3-70
Type R12-C225TrM3-70 Type Monofilamen Warna transparan pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R12-C225TrM3-70 Type Monofilamen Warna transparan pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R10-215TrM3-82 Type Monofilamen Warna transparan pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R12-C225HM3-35 Type Monofilamen Warna hitam pada net ini Mempunyai Spesifikasi…
Dunia pertanian kita masih demikian tergantungnya pada keadaan cuaca, bila terjadi perubahan musim, apalagi bila tidak terprediksi akan menyebabkan sulitnya menentukan jenis tanaman yang akan diproduksi. Jika musim hujan terlalu panjang akan menyebabkan banyaknya penyakit termasuk pembusukan akar. Jika musim terlalu kering akan menyebabkan tanaman kekurangan air, hama juga akan menyerang yang dapat menimbulkan kerugian. Demikian pula pada saat tertentu suatu komoditas sulit ditemui mengakibatkan harganya demikian tinggi, sementara pada waktu lain kebanjiran produk menyebabkan harga anjlok, sehingga kerugian segera tiba. Untuk itu perlu sekali mengurangi ketergantungan pada lingkungan luar menggantikan dengan mikroklimat yang diatur. Dengan demikian dapat dijadwalkan produksi secara mandiri dan berkesinambungan. Sehingga konsumen tidak perlu kehilangan komoditas yang dibutuhkan, juga kita tidak perlu membanjiri pasar dengan jenis komoditas yang sama yang menyebabkan harga anjlok.
Untuk jangka panjang pembudidayaan tanaman dengan green house sangat menguntungkan khususnya untuk bisnis fresh market hortikultura karena kita mampu berproduksi sepanjang masa tidak tergantung pada cuaca atau musim bahkan kualitas produk yang dihasilkan dapat terjamin atau lebih baik dari teknik budidaya di alam bebas. Banyak industri pertanian besar memanfaatkan green house sebagai sarana peningkatan produksi hasil pertaniannya. Karena mereka menyadari arti penting green house dalam menciptakan kondisi lingkungan seperti yang di kehendaki.
Untuk bahan penutup green house atas selain dapat menggunakan bahan-bahan plastik seperti Acrylic, Polycarbonate, Fiberglass Reinforced Polyester, Polyethylene film dan Polyvinyl cholride film, juga dapat menggunakan Net AgroPro. Disamping itu, Net AgroPro juga digunakan untuk bahan dinding green house. Karena AgroPro adalah net pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih dan dari gangguan hama yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman. Varietas tanaman yang telah sukses dengan AgroPro adalah tanaman cabai, kubis, bawang, kentang, melon dan shading net untuk tanaman hias.
Net AgroPro terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) yang merupakan bijih plastik Polyethylene baru yang belum didaur ulang, memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan Polyethylene hasil daur ulang. Hal inilah yang membuat Net AgroPro dapat bertahan hingga lebih dari 10 tahun. Mengandung campuran Anti-UV, Anti Oksidan dan Anti Serangga di dalam benang (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakainya. Lain halnya dengan net pada umumnya yang menggunakan sistem tenun, Net AgroPro menggunakan sistem rajut dengan mesin berteknologi Jerman dimana tiap untai benang monofilament/flat terikat satu dengan lainnya sehingga ukuran lubang/mesh tidak akan berubah sekalipun net mengalami gesekan, sehingga AgroPro senantiasa anti hama dan anti serangga.
Net AgroPro sangat cocok digunakan bagi Anda pelaku bisnis agrikultur, baik itu sektor perkebunan, pertanian, hortikultura, pembibitan, tanaman hias dan bunga. Net agropro tersedia dalam ukuran mesh 6-78/inch, intensitas cahaya 10-93%, intensitas UV 10-85% dan intensitas angin 6-75%. Tersedia tipe flat shading net, mono screen net dan mono shading net.
Tanaman hortikultura adalah jenis tanaman yang paling sering dibudidayakan oleh para petani karena sudah menjadi kebutuhan pangan untuk seluruh masyarakat. Di antaranya, tanaman sayuran merupakan tanaman hortikultura yang paling populer untuk dibudidayakan. Salah satu jenis tanaman sayuran yang sering dibudidayakan adalah kubis. Kubis merupakan tanaman sayuran yang populer dengan daunnya yang memiliki kandungan gizi yang tinggi serta beragam manfaat kesehatan.
Untuk meningkatkan kualitas tanaman kubis, petani kini menggunakan greenhouse dari net AgroPro. Greenhouse net AgroPro merupakan aspek penting dalam budidaya kubis karena greenhouse net AgroPro melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit, dari sinar matahari dan UV berlebih, juga menjaga kondisi suhu dan kelembaban di dalam greenhouse. Setelah menggunakan greenhouse net AgroPro, tanaman kubis kini menjadi besar-besar, memiliki daun hijau sempurna (tanpa lubang maupun warna kecoklatan), dan mengurangi pemakaian pestisida untuk pengontrolan hama. Hasilnya adalah: kubis organik dengan harga jual lebih tinggi di pasaran, bahkan memenuhi kualifikasi supermarket.
Net AgroPro adalah net pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih dan dari gangguan hama yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman. Net AgroPro terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) yang merupakan bijih plastik Polyethylene baru yang belum didaur ulang, sehingga memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan Polyethylene hasil daur ulang. Net AgroPro mengandung campuran Anti-UV, Anti Oksidan, dan Anti Serangga di dalam benang (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakainya. Dengan pembuatan menggunakan metode rajut, ukuran lubang net (mesh) tidak akan berubah sehingga net senantiasa anti serangga, sekalipun mengalami gesekan atau pemakaian heavy duty. Net AgroPro yang dipakai untuk greenhouse sayuran disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan cuaca di daerah. Beberapa tipe net AgroPro yang sering digunakan untuk greenhouse tanaman hortikultura adalah tipe mono screen 78% hingga 82%.
Petani yang telah menggunakan net AgroPro sebagai pelindung tanaman nya ialah Bapak Yaya yang berlokasi di daerah Tasik dan ini terbukti menjadikan tanaman kubis yang ada di dalam naungan tersebut,dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Investasi greenhouse Agropro sangat ekonomis dibandingkan dengan greenhouse tipe lainnya, dan mampu meningkatkan kualitas dan hasil panen secara signifikan. Greenhouse net AgroPro cocok untuk petani tanaman sayuran, terutama petani berskala besar dalam hal peningkatan kualitas tanaman dan pengontrolan hama. Mari mencoba net AgroPro dan rasakan sendiri manfaatnya.
Dua tahun terakhir, masyarakat perkotaan demam pertanian. Mereka menyebut kegiatan bercocok tanam di pekarangan – tanah di sekitar bangunan seperti rumah – itu urban farming. Ketika gerakan menanam di perkotaan kian marak, maka lahan yang semula kosong kini menjadi produktif, berdaya guna dan tampak hijau. Komoditas yang umum ditanam adalah beragam sayuran dan buah-buahan. Sayuran yang mudah dibudidayakan di pekarangan antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, mentimun, selada, bayam, kangkung, kacang panjang dan sawi. Masyarakat juga menanam buah-buahan seperti semangka, jambu biji, jeruk dan masih banyak lainnya. Pemanfaatan pekarang untuk budidaya pertanian itu berefek ganda.
Masyarakat dapat memanen beragam hasil budidaya komoditas untuk konsumsi keluarga. Faedah lain, menanam di pekarangan juga bernilai ekonomis tinggi. Hasil panen tanaman sayuran di pekarangan dapat menghasilkan pendapatan tambahan. Meski demikian bercocok tanam di pekarangan bukannya tanpa hambatan. Kendala budidaya di pekarangan antara lain perubahan iklim dan hama pengganggu tanaman.
Oleh karena itu, para pelaku urban farming perlu perlindungan khusus, misalnya menggunakan naungan jaring atau net pelindung tanaman. AgroPro net adalah pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih, curah hujan yang tinggi dan gangguan hama yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman. Varietas tanaman yang sukses dengan AgroPro adalah tanaman cabai, tomat, kubis, bawang, kentang dan melon.
Jadi pelaku urban farming tidak perlu khawatir jika perubahan iklim terjadi dan hama pengganggu tanaman menyerang. Sebab, tanaman sayuran sudah mendapat perlindungan naungan dari Net AgroPro. Net AgroPro terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) yang merupakan bijih plastik polyethylene baru yang belum didaur ulang, memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan polyethylene hasil daur ulang.
Itulah yang membuat Net AgroPro bertahan hingga lebih dari 10 tahun. Net AgroPro mengandung campuran antiultraviolet dan antioksidan di dalam benang (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakai. Jika dibandingkan dengan net lain pada umumnya yang menggunakan sistem tenun, Net AgroPro menggunakan sistem rajut dengan mesin berteknologi Jerman. Setiap untai benang monofilament/flat terikat satu dengan lainnya sehingga ukuran lubang atau mesh tidak akan berubah sekalipun net mengalami gesekan. AgroPro senantiasa antihama dan antiserangga.
Net AgroPro tersedia dalam ukuran mesh 6-78/inci, intensitas cahaya 10-93%, intensitas ultraviolet 10-85% dan intensitas angin 6-75%. Tersedia tipe shading net flat, screen net mono dan shading net mono.
Beberapa aplikasi yang dapat digunakan di pekarangan rumah di antaranya dengan menggunakan shading net, screen net, screen wall (untuk pekarangan yang sempit yang mudah dipasang dengan memaku atau menempelkan pada tembok). Jika memiliki kolam di pekarangan dapat pula menggunakan shading net dari AgroPro.
Solusi mudah dan bermanfaat untuk pekarangan rumah Anda.
Produk Screen Net AgroPro kualitasnya tidak kalah dengan barang Impor. Sebagai salah satu customer yang dari awal berdirinya AgroPro merasa beruntung bisa memakai produk Gani Arta.
Produk AgroPro merupakan solusi bagi permasalahan para petani di Indonesia. Karena produk AgroPro yang langsung diaplikasikan kepada para petani tanpa disadari hasil produk pertanian bisa terus meningkat.
Silakan kirim pesan via WhatsApp atau email adm.agropro@gmail.com
Telepon 022-6864015 Jam Kerja sampai