Net Type R10-210TrM3-85
Type R10-210TrM3-85 Type Monofilamen Warna transparan pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R10-210TrM3-85 Type Monofilamen Warna transparan pada net ini mempunyai spesifikasi…
Type R12-C225HM3-35 Type Monofilamen Warna hitam pada net ini Mempunyai Spesifikasi…
Type R12-C225TrM3-70 Type Monofilamen Warna transparan pada net ini mempunyai spesifikasi…
Jamur tiram merupakan salah satu jamur yang banyak digemari masyarakat karena rasanya yang kenyal, enak dan memiliki kandungan nutrisi dan serat yang tinggi. Selain rasanya yang enak, ternyata jamur tiram bisa dibudidayakan dan berpotensial untuk mendatangkan keuntungan. Akan tetapi, dalam proses budidaya jamur, banyak faktor yang perlu diperhatikan oleh para petani, terutama petani jamur yang baru mulai membudidayakan jamur. Salah satu hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah mendesain kumbung jamur. Kumbung jamur atau istilah lainnya rumah jamur, adalah tempat menyimpan media tanam jamur agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan jamur yang berkualitas (baik dari segi berat maupun bentuk). Kumbung jamur harus mampu menjaga suhu dan kelembaban di dalam, memiliki pencahayaan dari luar (tidak gelap gulita) dan memiliki sirkulasi udara yang cukup. Jikalau kumbung jamur tidak memiliki pencahayaan atau sirkulasi udara yang cukup, ruang kumbung akan menjadi pengap dan memiliki hawa yang jenuh. Akibatnya, jamur yang siap panen akan terlihat layu dan kurang segar, dan bentuk jamur akan menjadi sangat kecil, walaupun bibit jamurnya aslinya sudah besar. Selainitu, sebagian jamur akan mati sebelum tumbuh besar dan yang hidup akan menjadi lembek dan berwarna kekuningan.
Untuk membuat kumbung jamur yang baik, atap kumbung dianjurkan menggunakan Net AgroPro yang dilapisi plastik UV dan untuk dinding dianjurkan menggunakan Net AgroPro. Dengan demikian, kumbung jamur yang menggunakan Net AgroPro akan tetap mendapatkan cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik pula.Net AgroPro adalah net pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih dan dari gangguan hama yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman, salah satunya adalah jamur tiram. Net AgroPro diproduksi dengan cara dirajut, sehingga monofilament saling berkaitan dengan kuat dan ukuran lubang mesh tidak dapat berubah sekalipun net mengalami gesekan. Hal inilah yang membuat Net AgroPro senantiasa anti hama selama masa pakainya. Terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) yang merupakan plastik Polyethylene baru yang belum didaur ulang, Net AgroPro memiliki kekuatan dan daya tahan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan net merek lain yang memakai Polyethylene hasil daur ulang. Net AgroPro mengandung campuran Anti-UV, Anti Oksidan dan Anti Serangga di dalam monofilamen (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakainya.
Kumbung jamur membutuhkan intensitas cahaya yang spesifik berkisar25% hingga 35%. Untuk membuat kumbung jamur dapat menggunakan Net AgroPro tipe flat/pipih dengan intensitas cahaya masuk berkisar 25% hingga 35%. Net AgroPro telah membantu menyukseskan puluhan petani jamur tiram di Indonesia. Mari gunakan Net AgroPro untuk keberhasilan usaha pertanian Anda.
Dua tahun terakhir, masyarakat perkotaan demam pertanian. Mereka menyebut kegiatan bercocok tanam di pekarangan – tanah di sekitar bangunan seperti rumah – itu urban farming. Ketika gerakan menanam di perkotaan kian marak, maka lahan yang semula kosong kini menjadi produktif, berdaya guna dan tampak hijau. Komoditas yang umum ditanam adalah beragam sayuran dan buah-buahan. Sayuran yang mudah dibudidayakan di pekarangan antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, mentimun, selada, bayam, kangkung, kacang panjang dan sawi. Masyarakat juga menanam buah-buahan seperti semangka, jambu biji, jeruk dan masih banyak lainnya. Pemanfaatan pekarang untuk budidaya pertanian itu berefek ganda.
Masyarakat dapat memanen beragam hasil budidaya komoditas untuk konsumsi keluarga. Faedah lain, menanam di pekarangan juga bernilai ekonomis tinggi. Hasil panen tanaman sayuran di pekarangan dapat menghasilkan pendapatan tambahan. Meski demikian bercocok tanam di pekarangan bukannya tanpa hambatan. Kendala budidaya di pekarangan antara lain perubahan iklim dan hama pengganggu tanaman.
Oleh karena itu, para pelaku urban farming perlu perlindungan khusus, misalnya menggunakan naungan jaring atau net pelindung tanaman. AgroPro net adalah pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih, curah hujan yang tinggi dan gangguan hama yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman. Varietas tanaman yang sukses dengan AgroPro adalah tanaman cabai, tomat, kubis, bawang, kentang dan melon.
Jadi pelaku urban farming tidak perlu khawatir jika perubahan iklim terjadi dan hama pengganggu tanaman menyerang. Sebab, tanaman sayuran sudah mendapat perlindungan naungan dari Net AgroPro. Net AgroPro terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) yang merupakan bijih plastik polyethylene baru yang belum didaur ulang, memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan polyethylene hasil daur ulang.
Itulah yang membuat Net AgroPro bertahan hingga lebih dari 10 tahun. Net AgroPro mengandung campuran antiultraviolet dan antioksidan di dalam benang (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakai. Jika dibandingkan dengan net lain pada umumnya yang menggunakan sistem tenun, Net AgroPro menggunakan sistem rajut dengan mesin berteknologi Jerman. Setiap untai benang monofilament/flat terikat satu dengan lainnya sehingga ukuran lubang atau mesh tidak akan berubah sekalipun net mengalami gesekan. AgroPro senantiasa antihama dan antiserangga.
Net AgroPro tersedia dalam ukuran mesh 6-78/inci, intensitas cahaya 10-93%, intensitas ultraviolet 10-85% dan intensitas angin 6-75%. Tersedia tipe shading net flat, screen net mono dan shading net mono.
Beberapa aplikasi yang dapat digunakan di pekarangan rumah di antaranya dengan menggunakan shading net, screen net, screen wall (untuk pekarangan yang sempit yang mudah dipasang dengan memaku atau menempelkan pada tembok). Jika memiliki kolam di pekarangan dapat pula menggunakan shading net dari AgroPro.
Solusi mudah dan bermanfaat untuk pekarangan rumah Anda.
Tomat adalah komoditas hortikultura yang sangat penting karena setiap hari hampir seluruh masyarakat mengkonsumsinya. Terjun dalam bisnis budidaya tanaman tomat pasti menguntungkan asalkan tanaman tomat dikelola dengan baik dalam memaksimalkan kualitas dan kuantitas panen.
Tanaman tomat membutuhkan lingkungan tumbuh tertentu untuk menghasilkan buah tomat dengan cita rasa enak serta kualitas tinggi. Maka dari itu tanaman tomat tumbuh lebih baik jika dikembangkan di dalam sebuah greenhouse net AgroPro. Dengan menggunakan greenhouse net AgroPro, semua aspek yang mempengaruhi perkembangan tanaman tomat dapat terkontrol. Aspek yang mencakup suhu, kelembaban, serangan hama, perubahan cuaca, serta penyinaran cahaya matahari semuanya dapat terkontrol dengan baik berkat fungsi dari greenhouse net AgroPro.
Sebagai contoh, musim kemarau dan musim hujan berkepanjangan adalah aspek yang bisa mengakibatkan tomat menjadi busuk. Greenhouse net AgroPro dapat melindungi tanaman tomat dari pergantian cuaca, misalnya melindungi tanaman dari teriknya matahari pada saat musim kemarau panjang maupun dari curah hujan berlebih pada saat musim hujan. Cahaya matahari yang masuk ke dalam greenhouse diatur sehingga optimal bagi tanaman tomat. Hama tidak dapat masuk ke dalam greenhouse sehingga tanaman tomat tidak membutuhkan pestisida, menghasilkan buah tomat organik berkualitas yang memiliki harga tinggi di pasaran. Tanaman tomat yang ditumbuhkan dengan greenhouse net Agropro mampu memenuhi klasifikasi untuk diterima di supermarket. Selain itu, greenhouse net Agropro juga melindungi tanaman tomat pada fase pembibitan dengan melindungi dari curah hujan kencang maupun angin kencang yang merusak. Net AgroPro yang biasa digunakan untuk greenhouse tanaman tomat atau tanaman sejenis adalah net dengan intensitas cahaya masuk 70% hingga 82%, tergantung daerah penanamannya.
Net AgroPro adalah net pelindung tanaman dari sinar matahari berlebih dan dari gangguan hama yang terbukti sukses meningkatkan produktivitas berbagai varietas tanaman. Net AgroPro terbuat dari bahan Prime Grade Polyethylene (PE) yang merupakan bijih plastik Polyethylene baru yang belum didaur ulang, sehingga memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan Polyethylene hasil daur ulang. Net AgroPro mengandung campuran Anti-UV, Anti Oksidan, dan Anti Serangga di dalam benang (tidak dicelup) sehingga efektif selama masa pakainya. Dengan pembuatan menggunakan metode rajut, ukuran lubang net (mesh) tidak akan berubah sehingga net senantiasa anti serangga, sekalipun mengalami gesekan atau pemakaian heavy duty.
Salah satu pengguna net AgroPro untuk perlindungan tanaman tomatnya ialah Bapak Didin seorang petani yang berlokasi di kawasan Lembang Bandung Barat, terbukti naungan tersebut menjadikan tanaman tomat yang ada di dalamnya bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.
Membangun greenhouse menggunakan net Agropro sangatlah ekonomis dan meningkatkan hasil panen dengan signifikan. Mari meraup untung budidaya tanaman tomat dengan greenhouse net AgroPro.
Produk Screen Net AgroPro kualitasnya tidak kalah dengan barang Impor. Sebagai salah satu customer yang dari awal berdirinya AgroPro merasa beruntung bisa memakai produk Gani Arta.
Produk AgroPro merupakan solusi bagi permasalahan para petani di Indonesia. Karena produk AgroPro yang langsung diaplikasikan kepada para petani tanpa disadari hasil produk pertanian bisa terus meningkat.
Silakan kirim pesan via WhatsApp atau email adm.agropro@gmail.com
Telepon 022-6864015 Jam Kerja sampai